Follow us on:
Home News High School Program Live-in 2018 di Desa Karanggeneng, Yogyakarta
Program Live-in 2018 di Desa Karanggeneng, Yogyakarta

Pada tanggal 11 hingga 17 Februari 2018, siswa kelas 8 mengikuti program live-in yang dilaksanakan di Desa Karanggeneng, Sleman, Yogyakarta. Program tahunan ini senantiasa mendapat sambutan positif dari siswa, orang tua, serta dari warga Desa Karanggeneng. Tujuan dari program tersebut adalah mengembangkan kemandirian siswa, serta memotivasi mereka untuk mengenali lebih dalam budaya serta cara hidup warga Desa Karanggeneng. Setiap hari, mereka akan mengikuti berbagai kegiatan bersama induk semang (host families), dengan berbagai mata pencaharian, serta aktivitas yang mengasah keterampilan komunikasi, kepedulian terhadap lingkungan alam dan lingkungan sosial. Mereka juga akan belajar kesenian bersama warga setempat dan akan menampilkannya pada akhir program ini. Dengan berbagai hal baru yang dipelajari, kiranya siswa dapat semakin mengembangkan diri dan menjadi pribadi-pribadi yang semakin mandiri, berbudi pekerti, serta menghargai keberagaman.

Hari ke-1

Siswa berangkat dari Stasiun Gambir, Jakarta, menuju Stasiun Tugu, Yogyakarta. Dari sana, siswa melanjutkan perjalanan ke Desa Karanggeneng dan diterima di Balai Dukuh oleh Bapak Kepala Dukuh, Bapak Jamroji Budi Setyawan, serta keluarga induk semang. Siswa diberikan selendang oleh tiap induk semang, sebagai simbol penyambutan dan penerimaan mereka.

Hari ke-2

Pada hari ke-2 program live-in, siswa kelas 8 melakukan kegiatan susur desa, untuk mengenali lingkungan alam dan masyarakat sekitar. Selepas kegiatan susur desa, mereka mendapatkan pengetahuan mengenai proses pembuatan tempe, yang difasilitasi oleh Ibu Supartinah, Ibu Misidi, Ibu Tukinem, dan Ibu Supri. Siang harinya, dengan dibantu oleh Bapak Budi, mereka dikenalkan kepada proses budidaya salak, dari proses penanaman, hingga panen.

Pada malam hari, siswa kelas 8 mengikuti dua kegiatan, yaitu kenduri dan latihan tari tradisional. Kenduri adalah tradisi adat berupa perjamuan makan untuk memohon keberkahan serta sebagai wujud rasa syukur masyarakat terhadap rahmat Tuhan Yang Maha Esa. Untuk latihan tari, siswa dibantu oleh Mas Yudhi dan Mbak Diah. Siswa laki-laki mempelajari Tari Badui dari Sleman, dan siswa perempuan mempelajari Tari Angguk dari Kulon Progo.

Hari ke-3

Hari ini siswa kelas 8 berkunjung ke SDIT Ibnu Abbas II, Pakem. Mereka mengajak adik-adik di sana untuk bermain sambil belajar, dengan mengambil nilai-nilai dari materi 7 Habits of Highly Effective Teens, yang mereka pelajari di Sekolah Pilar Indonesia. Mereka disambut hangat oleh Ibu Kepala Sekolah, yaitu Ibu Mifrohah. Adik-adik di sana sangat antusias mengikuti setiap permainan.
Selain berkunjung ke SDIT Ibnu Abbas II, Pakem, mereka juga belajar membuat manisan salak. Mereka mempelajari prosesnya mulai dari pengupasan, hingga pengemasan manisan.
Hari ke-4

Pada hari ke-4, siswa kelas 8 melakukan berbagai kegiatan. Mereka belajar membajak sawah, menanam padi, memandikan kerbau, dan memanen ikan. Banyak sekali pengalaman baru yang mereka peroleh hari ini. Mereka juga berkunjung ke SDIT Ibnu Abbas II, Pakem untuk kedua kalinya. Hari ini, mereka saling bertukar ilmu. Siswa kelas 8 mengajarkan materi Bahasa Inggris tentang warna dan angka (kelas 3), binatang dan buah (kelas 4), anggota keluarga dan anggota badan (kelas 5), serta kata benda dan kata kerja (kelas 6). Sementara itu, siswa SDIT Ibnu Abbas II mengajarkan mereka Bahasa Jawa.

Hari ke-5

Hari ini, siswa kelas 8 mengikuti Lava Tour. Mereka mengunjungi Museum Gunung Merapi, kemudian dengan mengendarai jeep, mereka mengunjungi Museum Sisa Hartaku, Batu Alien serta Gunung Merapi.

Hari ke-6

Hari ini, siswa kelas 8 mempelajari teknik penanaman hidroponik. Mereka juga melakukan kerja bakti membersihkan desa. Selain itu, sebagai wujud rasa terima kasih mereka, siswa kelas 8 memberikan bingkisan sembako kepada warga Desa Karanggeneng. Mereka sangat bersyukur atas kebaikan seluruh warga desa serta pengalaman baru yang mereka peroleh. Pada malam harinya, siswa kelas 8 menampilkan tarian yang telah mereka pelajari di depan penonton, yaitu Tari Badui dan Tari Angguk. Pementasan ini mendahului acara penutupan Live-in di desa Karanggeneng yang telah berlangsung sejak 11 Februari lalu.

Sekolah Pilar Indonesia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak Karangasri yang telah memfasilitasi acara ini, serta kepada seluruh warga Desa Karanggeneng, orang tua, siswa, guru, dan staf, yang telah mendukung terlaksananya Live-in 2018. Semoga segala pengalaman yang telah diperoleh siswa, dapat menjadi pelajaran berharga dalam kehidupan mereka.

Hari ke-7

Mengakhiri kunjungan mereka di Yogyakarta, siswa kelas 8 mengunjungi Candi Prambanan dan Malioboro sebelum kembali ke Cibubur. Semoga setiap pengalaman yang diperoleh selama live-in 2018 dapat senantiasa dijadikan pembelajaran dalam hidup mereka. Selamat kembali pulang, anak-anak!


pic-001
Prev  Set 1/29  Next
pic-001
pic-002
pic-003
pic-004
pic-005
 
Friendship Schools

Link to Le Fevre Web

Link to KICE Web link to Telopea Web Link to Forrest Primary Web